- Waktu berkunjung para wisata mulai buka dari Jam 07.00 sampai dengan tutup jam 17.00 WIB.
- Malam hari tutup.
- Dilarang membuang sampah sembarangan.
- Dilarang merusak Fasilitas Objek Pariwisata.
- Pengunjung di lingkungan Wisata Wajib bertindak sopan.
- Dilarang mengembala hewan ternak di lingkungan pariwisata.
- Mengadakan kegiatan wajib izin Kepala Desa Tanjung dan kegiatan tidak bertentangan dengan peraturan hukum yang berlaku.
- Wajib membayar karcis masuk bagi pengunjung kecuali masyarakat Desa Tanjung tidak di kenakan karcis masuk.
- Dilarang mengamin di lokasi pariwisata.
- Bagi pengunjung yang melanggar TATIB akan dikenakan sangsi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1436 H
Selamat Berkurban bagi umat Islam yang mampu, Semoga Amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. dan menjadi haji yang mabrur bagi yang haji ke tanah suci.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
PERAHU PANTAI JUMIANG
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
PELANTIKAN POKDARWIS ADIRASA JUMIANG
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Jumat, 21 September 2018
TATIB WISATA PASESER JUMIANG
Minggu, 17 September 2017
RAPAT KORDINASI
TABEL PERSENTASE PEMASUKAN DANA KARCIS WISATA JUMIANG
NO
|
NAMA DEPARTUR
|
PERSENTASE ( % )
|
1
|
DINAS ( PEMASUKAN DAERAH )
|
20 %
|
2
|
DESA (PEMASUKAN DESA )
|
10 %
|
3
|
POKDARWIS ( KHAS KELOMPOK )
|
70 %
|
Hasil persentase tersebut tentunya tidak langsung terbentuk begitu saja, tentu saja itu terbentuk melalui pemikiran dan berbagai kepentingan yang berbeda dari pihak-pihak yang bersangkutan. Dengan segala kebutuhan dan tujuan serta jejak pendapat dari seluruh pihak rapat akhirnya muncullah nilai persentase tersebut. Untuk sementara ini pemasukan persentase yang berjalan hanya antara pihak Dinas dengan Pokdarwis saja, sedangkan pemasukan yang ke Desa masih menunggu rapat selanjutnya oleh BPD bersama yang lainnya sebagai pengesahan dan persetujuan seluruh pihak. Artinya 10% untuk pemasukan desa masih belum berlaku/ berjalan..
Kami berharap rapat tersebut secepatnya bisa terselenggara agar tidak terjadi ketimpangan dan beban/ masalah yang menimbulkan ketidak selarasan hubungan antara Kelompok dan Desa. itu saja ..
Terimakasih, Silahkan saran dan komentar yang membangun kami harapkan....
Sabtu, 22 April 2017
MASTERPLANE WISATA JUMIANG
Ini adalah gambaran akhir perencanaan pembangunan wisata di Jumiang yang di sebelah timur, yang bakal di laksanakan oleh Dinas terkait Pariwisata di Kab. Pamekasan kedepannya. Mudah-mudahan tidak ada kendala atau rintangan apapun yang menjadi penyebab tidak terealisasinya MasterPlan tersebut :
Kamis, 16 Februari 2017
mengenal PayTren
ADA CASHBACK SEKALIGUS SEDEKAH DI SETIAP TRANSAKSINYA LOH!!!
| Klik Gambar untuk melihat lebih jelas |
Kamis, 17 November 2016
GROIN ABRASI PANTAI JUMIANG
Bentuk usaha penanggulangan yang di lakukan dinas terkait tersebut yaitu dengan cara pembutan GROIN berupa tambolong yang terbuat dari semen dan pasir di sepanjang daerah pantai yang sudah terkena abrasi pantai. Tambolong-tambolong tersebut di susun dari timur ke barat di sepanjang daerah pantai. Susun tambolong tersebut dengan ketinggian 1,5 meter yang terdiri dari 5 susun tembolong yang dua di antaranya di rendam di dalam pasir.
Setelah kejadian tersebut akhirnya sisa tembolong yang tidak hancur di pindah ke lokasi yang lebih aman dari hantaman ombak, untuk tembolong yang rusak kira-kira sekitar 7 tembolong kin. Dan kami liat sudah mulai ada perubahan struktur dari bahan tembolongnya dan lebih bagus dari yang sebelumnya kayaknya.
Menurut kabar yang kami dengar tembolong tersebut di tujukan untuk menahan laju ombak agar tidak terlalu cepat merusak daerah pesisir pantai. Yaaah mudah-mudahan saja proyek tersebut bisa berjalan dengan lancar dan cepat selasai biar kerusakan akibat abrasi disana tidak semakin bertambah dan berlarut terlalu lama. Dan kami berharap usaha dari berbagai pihak tersebut bisa berfungsi sesuai dengan harapan yang di tuju....
Selasa, 25 Oktober 2016
ABRASI PANTAI JUMIANG
Pantai indah tapi tak terindahkan itulah mungkin kini nama yang tepat untuk di sebutkan pada pantai Jumiang ini, yang terletak di daerah timur selatan kabupaten Pamekasan. Tepatnya di Dusun Jumiang Desa Tanjung Kec. Pademawu Kab. Pamekasan ini. Dulu pantai Jumiang ini banyak mengatakan bagus oleh para pengunjung ( wisatawan lokal ) yang berkunjung kesana. Apalagi jika di kelola dengan benar, mungkin tidak akan kalah saing dengan tempat wisata pantai di daerah lainnya.
Namun pemikiran – pemikiran tersebut mungkin tinggal angan-angan belaka saja, jika melihat kondisi pantai Jumiang saat ini. Pantai yang dulu terlihat indah dengan pesona pasir membentang dari timur kebarat serta pohon-pohon pantai yang berjejer di sana. Kini hanya terlihat pohon-pohon yang tumbang dan reruntuhan bangunan-bangunan wisata yang terlihat berserakan disana, seolah-olah terlihat seperti wisata yang tak berpenghuni dan tak terawat sama sekali. Bahkan pasir yang membentang panjang di sana hilang musnah entah kemana, seperti tertelan oleh ombak yang menghantamnya setiap saat. Namun timbul pertanyaan dalam benak kami, kemanakah pasir itu pergi? Apakah yang sedang terjadi disana !?
Kami merasa ada beberapa hal yang membuat pantai Jumiang tersebut terjadi abrasi yang begitu parah sepereti saat ini. Hal yang paling nampak terlihat di sana, kurasa tak luput dari ulah orang-orang masyarakat sana juga kali! Yang kurang memperdulikan kondisi alam di sana. Mereka hanya mengeruk dan memanfaatkan hasil alamnya saja tanpa memikirkan masalah yang akan terjadi kedepannya. Emang juga sih, kami akui faktor alam yang sekarang ini sangat berpegaruh besar terhadap timbulnya abrasi, kurasa alam sudah mulai kacau sepertinya. Misalnya volume air laut yang kurasa semakin besar dari tahun-tahun sebelumnya, yang memaksa air laut semakin naik kedaratan. Jika di hubungkan dengan berita-berita media seperti televisi ini bisa di hubungkan dengan berita pemanasan global yang terjadi di dunia sekarang. Yang mana pemanasan global tersebut menimbulkan terjadinya pencairan balok Es yang ada di kutub, sehingga volume air lautpun semakin membesar.
Namun ,, beberapa hal lagi yang tak kalah mendukung semakin cepatnya abrasi pantai disana ya faktor masyarkat di sekitar sananya lah. Salah satu yang kami bisa jabarkan, di antaranya yaitu pengambilan pasir pantai dan juga batu-batuan di sana yang hampir tiap hari kami melihatnya pada bulan dan tahun-tahun sebelumnya. Mereka pergunakan untuk kepentingan sendiri juga sih, yaitu untuk kepentingan membuat bangunan dan lain sebagainya. Demi meringankan biaya bahan-bahan bangunan yang sekarang semakin tinggi harganya. Yaah.. ada bener juga sih, kan jadi lebih ringan dari segi ekonomisnya tidak begitu banyak mengeluarkan biaya lah... hehe Enak kan!!!!! Mantep Bosss..... Walaupun pada ujung-ujungnya juga bisa merugikan terhadap lingkungan mereka sendiri, bahkan kepada orang lain yang ada disekitar sana!!!! bahkan ada kabar juga bahwa itu pasir hasil timbunannya sampek ada yang dijual juga loh.. Waduh.. oke juga tu idenya!!
Selain pengambilan pasir di pinggir pantai ada juga pengambilan pasir di tengah laut dengan perahu dan mesin penyedotnya, yang jelas kalo cara ini sudah berhubungan dengan penjual pasir dah. Nah cara yang ini nih, kurasa yg paling berpengaruh terhadap rusaknya alam dan semin cepat habisnya pasir-pasir di pantai. Pasir yang terbawa ombak dan hanyut mengikuti arus laut yang seharusnya terdampar lagi ke pantai, akhirnya tidak nyampek lagi kepantai di karenakan sudah di sedot dari tengah laut. Hmmmm,,, mungkin itu logika yang kami ambil berkenaan masalah hilangnya pasir yang ada di pantai.
Kalau sampai terus-menerus hal itu dilakukan tanpa ada kesadaran dari pelakunya, bahkan dari pihak pemerintahpun tidak ada tindakan!! Maka siap-siap nih rumah-rumah warga sekitar pantai akan juga ikut di lahap oleh sang ombak!!! Gimana hayoooo
Hihihi tapi mudah-mudahan endak lah, jangan sampek lah kayak gitu..
Udah sekian dulu & Terimakasih...
Jumat, 21 Oktober 2016
USULAN KERJASAMA POKDARWIS ADIRASA JUMIANG DAN UTM
Hari Sabtu tepatnya tanggal 15 Oktober 2016 kemaren, Dosen Unversitas Trunujoyo Bangkalan (Prof. Zainury) melalui perantara Mahasiswanya mengadakan pertemuan antara Kepala Desa Tanjung, Kelompok Sadar Wisata ( POKDARWIS WPJ ) Jumiang. Yang mana pertemuan tersebut di adakan di tempat kediaman Rumah Kepala Desa ( Bpk. Zabur ) di Dusun Jumiang Desa Tanjung Kec. Pademawu Kab. Pamekasan sekitar jam 10 siang.
Adapun isi dari pertemuan tersebut membahas mengenai kelanjutan pertemuan antara Ketua POKDARWIS di salah satu rumah Mahasiswa Unijoyo yang berkediaman di dusun Jumiang desa Tanjung. Dalam pertemuan tersebut membahas tetang Pesinergian Mahasiswa Universitas Unijoyo Bangkalan yang peduli akan Wisata Bahari dengan aparatur desa terutama dengan Kelompok Sadar Wisata di Jumiang, untuk membangun potensi dan menanggulangi masalah di Pantai Jumiang yang mana kondisi pantainya sekarang terjadi abrasi yang sudah parah, sehingga perlu penanggulangan yang serius.
Di samping membahas permasalahan yang ada di Pantai Jumiang tersebut, mereka juga memberikan bantuan berupa uang sebesar 1.200.000. Uang tersebut di serahkan langsung kepada Kepala Desa Tanjung yang mana uang tersebut di tujukan untuk membeli batu yang akan di letakkan di daerah pantai Jumiang yang sudah terkikis, dampak dari abrasi pantai. Dengan harapan bisa membantu meringankan proses abrasi di sana.
Alhamdulillah ,,, ternyata masi ada orang-orang yang peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama di kalangan para pemuda mahasiswa saya ucapkan salut sama mereka. Mudah-mudahan makin banyak orang-orang yang peduli terhadap lingkungannya terutama di lingkungan wisata yang ada di Jumiang ini. Kami heran entah kenapa orang-orang di sekitar wisatanya saja tidak memiliki kepedulian yang lebih terhadap pantainya, mereka hanya diam dan mengeluh kepada pemerintah saja, agar masalah tersebut di selesaikan. Padahal yang memperoleh manfaat dan dampaknya secara langsung mereka juga lah. Bahkan yang mendapat manfaatnya mereka juga nantinya. Namun kami melihat Meraka hanya mengambil manfaat dari pantai tersebut, bahkan dengan cara-cara yang kurang memperdulikan dampak kerusakan yang akan di alaminya. Atau mungkin juga karena dampaknya tidak langsung kena sama masyarakat di sana juga kali, seperti rumah terkikis ombak pantai kali. Barulah mereka sadar bahwa itu berbahaya bagi mereka... !!!! Hihi bercanda nih dikit, kalo kayak itu kami juga takut lah ... Ya sekian dari kami. Terimakasih...





























